Tuesday, August 23, 2011

The Power Of Tea

Menurut European Journal Clinical Nutrition, daun teh terutama teh hijau, banyak mengandung polifenol yang bisa memberikan kontribusi positif bagi kesehatan manusia. Sedangkan teh hitam banyak mengandung zat antioksidan. Polifenol yang terdapat dalam teh dapat menghambat dan membunuh bakteri penyebab bau mulut dan bakteri pembusuk gigi. Inilah alasannya mengapa nenek moyang kita suka minum teh tawar sehabis makan dan berkumur teh tawar menjelang tidur malam. Ya supaya gigi kuat dan nafas tetap segar.
Teh mengandung fluoride sehingga membantu mencegah karies dan memperkuat gigi.

Menurut para peneliti di Jepang dan Taiwan, unsur cathchin pada teh dapat menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan. Ada kira-kira 72 macam zat peracun makanan yang dapat ditangkal oleh teh. Kandungan vitamin C dan vitamin E yang tinggi pada teh akan membantu memperkuat daya tahan tubuh. Konon, dua cangkir teh hijau memiliki kandungan vitamin C yang sama banyaknya dengan satu gelas besar jus jeruk. Teh juga mengandung kafein yang cukup tinggi. Tetapi kafein teh berbeda dengan kafein pada kopi. Kafein pada kopi menyebabkan rasa haus, sedangkan kafein pada teh memperlancar pengambilan oksigen pada tubuh. Itulah mengapa sehabis minum teh badanmu menjadi terasa lebih segar. Selain itu cathchin pada teh dapat menghambat enzim yang  menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah, dan menangkal radikal bebas (penyebab kanker). Teh juga mengandung Mangaan (Mn) yang dapat membantu menjaga kadar gula darah. So, jangan abaikan teh tawar sehabis kamu makan, apalagi makanan berlemak atau gorengan. Sangat keliru kalau kamu menggantinya dengan teh manis atau minuman manis lainnya.


Macam-Macam Teh Secara Umum
Ada 4 macam jenis teh : teh putih, teh hijau, teh hitam dan teh oolong. Perbedaannya terletak pada metode pemrosesan daun teh setelah dipetik.
  • Teh hijau lebih popular karena selain khasiatnya lebih tinggi, aroma alaminya juga lebih segar. Disebut teh hijau karena daunnya dipetik saat masih hijau, kemudian dilayukan di udara panas, lalu dikeringkan dengan perapian sehingga warnanya tetap hijau.
  • Teh putih diambil dari daun-daun yang paling muda dan masih dipenuhi bulu putih pendek dan halus. Teh putih tidak dilayukan, tetapi diuapkan dan dikeringkan sehingga daun teh yang dihasilkan berwarna keperakan dan kalau dihidangkan air tehnya berwarna kuning pucat. Bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
  • Sedangkan pada teh hitam proses fermentasinya lebih rumit.  Bermanfaat untuk menurunkan kadar gula, pencegah jantung koroner dan masih banyak lagi.
  • Teh oolong dibuat dari daun teh yang tua dan lebar. Prosesnya tidak serumit pembuatan teh hitam sehingga masih didapatkan warna hijau di bagian tengah daun dan merah di pinggir daun. Baik teh hijau, teh hitam, teh putih dan teh oolong punya khasiat sama. Cuma teh hijau lebih tinggi kadar polifenolnya karena pada saat pemetikan produksi polifenol masih dalam kondisi puncaknya.
Selain keempat teh alami tersebut, ada juga teh bohongan yang dikenal dengan sebutan teh herbal. Teh imitasi ini bukan dibuat dari daun teh, tapi dari bebungaan, bebijianm dedaunan atau akar dari beragam tanaman. Teh bohongan ini biasanya diminum untuk berbagai macam keperluan, terutama untuk melangsingkan tubuh


Monday, August 22, 2011

St. John's Wort - Herbal For Treatment of Alcoholism

Brief Sumarry:


Hypericum Formosum is also known as Tipton's Weed or Klamath weed, St. John's wort. 
St. John's wort is today most widely known as an herbal treatment for depression.

Clusiaceae (Mangosteen Family) 
The common name comes from its traditional flowering and harvesting on St John's day, 24 June. 
Ingestion by livestock can cause photosensitization, central nervous system depression, spontaneous abortion, and can lead to death.

St. John's wort may be useful for treatment of alcoholism. 
St. John's wort might alleviate the symptoms of attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD).

General Knowledge:

St. John's wort or hypericum (Hypericum perforatum) is a wonderful weed-herb that has shared mankind's history in magic, medicine and lore. In the Middle Ages it was considered a plant of magic and protection. In order to invoke the magic, it was important that it be picked on St. John's Day, June 24, the traditional feast day of St. John the Baptist. It's history goes back to Greek times where it was thought to protect one from evil. It still seems almost magic that when you rub the bright yellow flowers together in your fingers, your fingers stain red like a berry stain.

St. John's wort (H. perforatum) is a perennial that came from Europe. It is an erect plant of about two and one half feet tall. It has small elliptic leaves that appear to have tiny perforations or holes when held up to the light. These are, in fact, translucent oil glands. The flowers are bright yellow, five petaled, with a spray of golden stamens, borne in terminal corymbs. They havetiny black dots along the petals, which are also oil glands and are where the red stain on your fingers comes from and what gives the oils and extracts their beautiful red color. There is a native variety of hypericum (H. formosum) that is similar in appearance and that can be used in the same ways, however, it is only half the potency of H. perforatum.

St. John's wort is fairly easily cultivated, but be warned, it is invasive. It grows wild in most location and can be wildcrafted. When you do find clean, plentiful stands of it, feel comfortable gathering it as it is a prolific weed and needs to be kept in check. Gather the top six inches of blooming plants. It can be extracted in alcohol or oil in its fresh state, or dried for tea. It is not considered as strong in its dry state.

The popular use for this plant is as an antidepressant. Used alone or compounded with other herbs many people are finding it to be useful for moderate cases of depression. Studies have shown response rate to mild to moderate depression 50% to 80%. In Germany it is licensed for treatment of depression, anxiety and insomnia. It has been used traditionally as a relaxant and to treat melancholy. It has a long history as nerve healer and tonic, an actual restorative. It does take about 10 days to get the full antidepressant effects and should be continued for up to six months, with intermittent breaks. It has some MAO action, but apparently not enough to be significant as a dietary problem.

It is a tissue healer and anti-inflammatory with excellent applications for nerve injuries, tissue injuries, burns and internal inflammations. People find it helps with ulcers, hiatus herniation, gastritis, enteritis and gall bladder problems. It makes a good salve or ointment for external application of wounds, shingles, rashes, itches and varicose veins. The oil is used for massage of tissue with nerve damage, injury, or inflammation like sciatica. It has antiviral properties and can be used on cold sores. Studies are being done with HIV/AIDs patients and the indications thus far are encouraging.

It's actions are: antidepressant, anti-inflammatory, analgesic, antiseptic, astringent, choleric, nervine, tonic and vulnerary. It's character bitter, sweet, cool and drying.

St. John's Wort is readily available commercially as tea herb, tincture, glycerite, capsule, compound and ointment. The cautionary note is that it may be phototoxic to some people. It certainly is to white skinned cattle and some antidotal evidence of it in light skinned people. So use caution if you are in the sun a lot and watch for this. If you should have a reaction, discontinue using St. John's wort until you no longer in the sun so much. There are some antidotal reports that in some people it can disrupt sleep patterns. It has also been know to cause an allergenic reaction in some people.

St. John's wort is not recommended in pregnancy. It should not be taken with antidepressant drugs and the sleeping time of narcotics can be enhanced. Anyone currently taking antidepressants should just stop them and start with St. John's wort. It is recommended that you work with your health care practitioner and take three to six months.

The official recommended dosage is 300 mg. three times a day. This can be capsules or hydroalcoholic extracts. For tea, use two teaspoons per cup of boiling water and let steep for 10 minutes two or three times a day.

Monday, August 15, 2011

Minum Teh Bisa Membantu Menjaga Cairan Tubuh


Selama ini masyarakat di negara Asia sudah terkenal gemar mengonsumsi teh. Kini kegemaran tersebut bisa diteruskan, karena diketahui bahwa teh juga bisa menjaga tubuh tetap terhidrasi.

"Jika seseorang suka minum teh, maka tak ada salahnya untuk memiliki kebiasaan ini. Karena secangkir teh bisa memberikan hidrasi bagi tubuh yang hampir sama dengan segelas air putih," ujar peneliti Dr Carrie Ruxton, seperti dikutip dari Dailymail, Kamis (17/6/2010).

Dalam penelitian ini, Dr Ruxton yang juga ahli gizi meminta 21 orang laki-laki untuk mengonsumsi teh selama 12 jam. Selain itu kelompok lainnya yang berjumlah sama diminta untuk mengonsumsi air putih hangat. Pada hari berikutnya, kelompok partisipan yang minum teh diberikan air putih dan sebaliknya. Selanjutnya diambil sampel darah dan urin dari setiap partisipan untuk dilakukan pengujian.


"Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa teori yang mengungkapkan minum teh bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada seseorang karena mengandung kafein adalah tidak benar," ungkap Dr Ruxton.

Jika seseorang mengonsumsi teh secara normal, dalam arti tidak lebih dari empat cangkir teh sehari maka bisa memberikan kualitas yang sama baiknya dengan air putih dalam hal hidrasi.

"Selain itu, hasil penelitian ini juga menegaskan bahwa seseorang tidak akan buang air kecil lebih sering setelah minum teh. Serta bisa menjadi bagian penting untuk mempertahankan hidrasi," imbuhnya.

"Para peminum teh dapat diyakinkan bahwa secangkir teh favorit yang biasa dikonsumsi bisa menghitung asupan cairan tubuhnya tanpa menimbulkan efek risiko dehidrasi," ujar Dr Catherine Hood.

Ternyata manfaat dari teh tidak hanya untuk merehidrasi, tapi juga melindungi tubuh terhadap beberapa penyakit seperti jantung dan kanker. Para ahli percaya bahwa senyawa antioksidan flavonoid yang menjadi bahan utama teh bisa meningkatkan kesehatan

Friday, June 17, 2011

Angkak Dapat Menurunkan Kolesterol

Beras Merah Cina atau Angkak (Oryza sativa L ) merupakan pengawet dan pewarna makanan alami dan menyehatkan. Juga dianggap sebagai obat bermacam penyakit.

Berdasarkan penelitian, produk olahan dari beras ini bisa menurunkan kelebihan kolesterol. Kata angkak kian sering terdengar seiring merebaknya kasus demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD muncul secara rutin setiap tahun, khususnya di musim hujan. Di beberapa negara, Angkak dikenal dengan sebutan berbeda-beda, seperti beni-koji, hong qu, hung-chu, monascus, red koji, red leaven, red yeast rice, xue zhi kang, dan zhi tai. Di Cina, istilah Zhi Tai berarti angkak dalam bentuk tepung kering, sedangkan Xue Zhi Kang berarti Angkak yang telah diekstrak dengan alkohol.

Pembuatan angkak di Cina pertama kali dilakukan pada masa pemerintahan Dinasti Ming yang berkuasa pada abad XIV-XVII. Di Cina, angkak digunakan sejak berabad-abad yang lalu, baik untuk kepentingan bahan pangan maupun obat. Angkak dibuat melalui proses fermentasi beras dengan kapang Monascus purpureus. Penggunaan angkak sebagai obat di Cina dimulai sejak Dinasti Tang. Deskripsi lebih rinci tentang angkak dapat dibaca pada buku Pharmacopoeia Cina kuno, yaitu Ben Cao Gang Mu-Dan Shi Bu Yi, yang dipublikasi pada masa Dinasti Ming (1368-1644). Beberapa penelitian terakhir menunjukkan bahwa angkak mengandung senyawa gamma-aminobutyric acid (GABA) dan acetylcholine chloride, yaitu suatu senyawa aktif yang bersifat hipotensif, artinya mampu menurunkan tekanan darah. Karena itu, angkak sering digunakan sebagai obat penurun tekanan darah oleh penderita hipertensi.

Saat ini, secara komersial angkak telah dipasarkan sebagai produk suplemen untuk meningkatkan kesehatan jantung. Contoh produk yang sudah beredar: Cholestini dengan kandungan angkak sebesar 600 mg per kapsul dan Herbalin Ruby Monascusi dengan kandungan angkak sebesar 500 mg per kapsul. Kendati demikian, anak dan remaja di bawah usia 20 tahun tidak disarankan menggunakan suplemen tersebut. Orang yang berisiko mengalami penyakit lever atau sedang menderita penyakit lever sebaiknya tidak mengonsumsi angkak.

Dengan mekanisme yang sama seperti pada penurunan kolesterol, angkak juga dapat memengaruhi fungsi hati. Pecandu alkohol, orang yang sedang mengalami infeksi serius dan gangguan fisik, atau yang mengalami transplantasi organ, dianjurkan untuk menghindari penggunaan angkak. Dampak terhadap orang yang sedang hamil dan menyusui belum pernah dievaluasi, tetapi sebaiknya dihindari.

Sejak tahun 1970-an beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkak dapat menurunkan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Monascus purpureus dapat menghasilkan berbagai senyawa yang secara kolektif disebut monacolin, yaitu senyawa yang mampu menurunkan kadar kolesterol darah di dalam tubuh. Angkak sebaiknya tidak dikonsumsi bersama-sama dengan obat penurun kolesterol (statin) yang bersifat menghambat HMG-CoA reduktase (seperti atorvastatin, lovastatin, fluvastatin, simvastatin, pravastatin, cerivastatin). Sebab, dapat meningkatkan pengaruh obat tersebut yang akhirnya akan menaikkan risiko kerusakan lever.

Angkak dibuat dengan cara memasukkan sekitar 25 gram nasi ke dalam cawan petri, yang kemudian disterilisasi menggunakan otoklaf pada suhu 121 derajat Celsius selama 15 menit. Tujuan sterilisasi adalah untuk membunuh semua mikroba agar tidak mengontaminasi dan mengganggu proses pembuatan angkak. Setelah didinginkan hingga suhu sekitar 36 derajat, nasi tersebut diinokulasi dengan 2 gram inokulum Monascus purpureus. Setelah itu, campuran tersebut diaduk hingga rata dan diinkubasikan pada suhu 27-32 derajat selama 14 hari.

Thursday, June 16, 2011

Manfaat Kakao (Cocoa/Coklat) Buat Jantung Anda

Kata coklat berasal dari xocoatl ( Aztec ) yang berarti minuman pahit. Dalam perkembangannya coklat tidak hanya menjadi minuman tetapi juga menjadi snack yang disukai anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Produk coklat cukup beraneka ragam. Misalnya, ada coklat susu yang merupakan adonan coklat manis, cocoa butter, gula dan susu. Selain itu ada pula coklat pahit yang merupakan coklat alami dan mengandung 43% padatan coklat. Coklat jenis ini bisa ditemukan pada beberapa produk coklat batangan. Kandungan gizi coklat bisa dilihat pada tabel dibawah.

Zat GiziCoklat SusuCoklat Pahit
Energi (Kal)381504
Protein (g)95,5
Lemak (g)
35,952,9
Kalsium (mg)20098
Fosfor (mg)200446
Vit A (SI)3060
Sumber : kolom.pacific.net.id

Penelitian mengenai coklat telah lama dilakukan, satu diantaranya yaitu studi epidemiologis yang telah dilakukan pada mahasiswa Universitas Harvard yang terdaftar antara tahun 1916-1950. Dengan menggunakan food frequency questionnaire berhasil dikumpulkan informasi tentang kebiasaan makan coklat pada mahasiswa Universitas Harvard.  Diduga antioksidan fenol yang terkandung dalam coklat adalah baik untuk kesehatan jantung. Coklat mempunyai kemampuan untuk menghambat oksidasi kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker. Dalam penelitian yang melibatkan manusia tersebut, ditemukan bahwa konsumsi lemak coklat menghasilkan kolesterol total dan kolesterol LDL yang lebih rendah dibandingkan konsumsi mentega ataupun lemak hewani. Kandungan stearat yang tinggi pada coklat disinyalir menjadi penyebab mengapa lemak coklat tidak seburuk lemak hewan. Telah sejak lama diketahui bahwa stearat adalah asam lemak netral yang tidak akan memicu kolesterol darah. Sepertiga lemak yang terdapat dalam coklat adalah asam oleat yaitu asam lemak tak jenuh 
coklat

Penelitian lain yang memperkuat penjelasan dari penelitian Universitas Harvard adalah penelitian Universitas Linköping di Swedia (November, 2010). Penelitian ini telah menunjukkan bahwa coklat memiliki efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskuler. Penelitian ini dilakukan terhadap sebuah kelompok relawan yang tidak diijinkan merokok dan mengkonsumsi obat selama dua minggu yang diminta melahap sepotong coklat gelap. Selama dua hari terakhir mereka tidak boleh makan coklat atau apa pun yang mengandung senyawa yang serupa, termasuk berbagai jenis buah dan buah-buahan, dan tidak pula mereka minum kopi, teh, atau anggur. Dari perilaku ini diketahui bahwa kandungan di dalam coklat tersebut dapat menghambat enzim dalam tubuh mereka yang dapat meningkatkan tekanan darah.  Temuan ini diterbitkan dalam Jurnal Jantung Farmakologi, yang diungkapkan oleh sekelompok peneliti obat dipimpin oleh Ingrid Persson. “Kami sebelumnya telah menunjukkan bahwa teh hijau dapat menghambat ACE enzim, yang terlibat dalam keseimbangan cairan tubuh dan pengaturan tekanan darah. Sekarang kita ingin mengetahui pengaruh coklat karena di dalamnya terdapat zat aktif catechin dan procyanidines”, ujar Ingrid Persson. Meskipun Ingrid Persson adalah peneliti obat, objek studinya tidak untuk merancang obat-obatan baru. ” Temuan kami menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup dengan bantuan makanan yang mengandung konsentrasi besar catechin dan procyaninides dapat mencegah penyakit kardiovaskuler,” katanya. Catechin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam coklat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi. Catechin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada coklat.

Penelitian lain yang dilansir dalam jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh American Chemical Society ( Februari, 2011 ), Midori Natsume, Ph.D., dan rekannya menunjukkan bahwa coklat, atau kandungan utama dalam coklat, tampaknya mengurangi risiko penyakit jantung dengan meningkatkan tingkat HDL (kolesterol baik) dan menurunkan tingkat LDL (kolesterol jahat). Para ilmuwan menganalisis pengaruh polifenol coklat pada kolesterol menggunakan kultur hati manusia dan sel-sel usus. Mereka berfokus pada produksi apolipoprotein A1 (ApoA1), protein yang merupakan komponen utama dari HDL, dan apolipoprotein B (apoB), komponen utama LDL. Ternyata bahwa polifenol coklat meningkatkan tingkat ApoA1 dan menurukan tingkat apoB baik di hati dan usus.  Selanjutnya, para ilmuwan menemukan bahwa polyphenol tampaknya bekerja dengan meningkatkan aktivitas yang disebut protein unsur pengatur yang mengikat sterol ( Singkatan dari bahasa inggris juga ditulis disini – SREBPs ). SREBPs menempel pada DNA materi genetik dan mengaktifkan gen yang meningkatkan tingkat ApoA1 yaitu meningkatkan HDL Para ilmuwan juga menemukan bahwa polifenol tampaknya meningkatkan aktivitas reseptor LDL, protein yang membantu menurunkan LDL.

Selama ini ada pandangan bahwa coklat menyebabkan caries pada gigi dan juga menjadi penyebab terhadap munculnya masalah kegemukan. Tak dapat disangkal lagi bahwa kegemukan adalah salah satu faktor risiko berbagai penyakit degeneratif. Tetapi studi di Universitas Harvard ini menunjukkan bahwa jika Anda mengimbangi konsumsi permen coklat dengan aktivitas fisik yang cukup dan makan dengan menu seimbang, maka dampak negatif coklat tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Makan coklat tidak akan menimbulkan kecanduan, tetapi bagi sebagian orang rasa coklat yang enak mungkin menyebabkan kerinduan untuk mengkonsumsinya kembali. Ini yang disebut chocolate craving. Dampak coklat terhadap perilaku dan suasana hati (mood) terkait erat dengan chocolate craving. Rindu coklat bisa karena aromanya, teksturnya, manis-pahitnya dan sebagainya. Hal ini juga sering dikaitkan dengan kandungan phenylethylamine yang adalah suatu substansi mirip amphetanine yang dapat meningkatkan serapan triptofan ke dalam otak yang kemudian pada gilirannya menghasilkan dopamine. Dampak dopamine adalah muncul perasaan senang dan perbaikan suasana hati. Phenylethylamine juga dianggap mempunyai khasiat aphrodisiac yang memunculkan perasaan seperti orang sedang jatuh cinta. Coklat juga mengandung theobromine dan kafein. Kedua substansi ini telah dikenal memberikan efek terjaga bagi yang mengkonsumsinya.

Dari sejumlah manfaat di atas, tentu saja ada yang perlu diwaspadai, khususnya bagi orang-orang yang rentan menderita batu ginjal. Konsumsi 100 g coklat akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oksalat ( Oxalate ) adalah sampah metabolisme makanan yang 40%-50% diantaranya berasal dari coklat. Meskipun kadar oksalat dalam darah sangat tinggi, kemampuan tubuh membuang oksalat melalui ginjal ( urine ) sangat terbatas. Ketika penderita penyakit ginjal makan coklat, sampah oksalat tidak dapat dibuang semuanya, sehingga terjadi penumpukan dan pembentukan kristal kalsium oksalat. Oleh karena itu kiat sehat yang bisa dianjurkan adalah minumlah banyak air sehabis makan coklat.

Jadi bagi anda yang hendak menghadiahi coklat kepada pasangan anda, tidak perlu ragu karena coklat memiliki manfaat bagi kesehatan jantung pasangan anda, namun sebelumnya anda perlu memastikan bahwa pasangan anda tidak memiliki riwayat penyakit ginjal.


Referensi :
  1. Akiko Yasuda, Midori Natsume, Naomi Osakabe, Keiko Kawahata, Jinichiro Koga. Cacao Polyphenols Influence the Regulation of Apolipoprotein in HepG2 and Caco2 Cells. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2011; 110112082623015 DOI: 10.1021/jf103820b
  2. Ingrid A-L Persson, Karin Persson, Staffan Hägg, Rolf G G Andersson. Effects of Cocoa Extract and Dark Chocolate on Angiotensin-Converting Enzyme and Nitric Oxide in Human Endothelial Cells and Healthy Volunteers. Journal of Cardiovascular Pharmacology, 2010; 1 DOI: 10.1097/FJC.0b013e3181fe62e3
  3. kolom.pacific.net.id dan Yayasan Jantung Indonesia
  4. http://www.biotechdaily.com
  5. Hubungan Asam Urat, Kacang, Coklat dan Batu Ginjal Oleh dr. H. H. Mohamad Sp.A
Source: Fakta Ilmiah

Wednesday, June 15, 2011

Parsley/Peterseli(Petroselinum Crispum), si Pencuci Ginjal (Cleaning Our Kidney)


Years pass by and our kidneys are filtering the blood by removing salt,
poison and any unwanted entering our body. With time, the salt accumulates and this needs to undergo cleaning treatments. 



How are we going to do this? 


It is very easy, first take a bunch of parsley and wash it clean

Then cut it in small pieces and put it in a pot and pour clean water and
boil it for ten minutes and let it cool down and then filter it and pour in a clean bottle and keep it inside refrigerator to cool.

Drink one glass daily and you will notice all salt and other accumulated
poison coming out of your kidney by urination. Also you will be able to
notice the difference which you never felt before.



Parsley is known as best cleaning treatment for kidneys and it is natural! 
  
Kegunaannya Peterseli: 
 

Dari salah satu blog saya dapatkan Peterselli dapat digunakan untuk Penyegar Mulut Sampai Detoksifikasi


Parsley atau peterseli bukan hanya untuk bumbu dapur atau hiasan makanan,
tetapi juga herba yang telah dikenal selama berabad-abad untuk pengobatan.  Bangsa Yunani dan Romawi zaman dahulu percaya bahwa parsley dapat menyerap uap minuman anggur dan mencegah mabuk. Pada zaman pertengahan dan renaissance, para ahli tanaman obat menggunakan herba ini untuk mengobati gangguan ginjal dan lambung, gigitan serangga dan melawan infeksi. Peterseli konon berasal dari Eropa Selatan atau Mediterania Timur dan dahulu kebanyakan tumbuh di taman-taman biara dan istana.


Saat ini Peterselli lebih banyak dibudidayakan dua varietas yaitu peterseli akar (var. tuberosum) akar lunak dan dapat dimakan, biasa digunakan untuk aroma masakan.  Satu lagi, peterseli yang dibudidayakan hanya untuk dipanen daunnya saja. Jenis ini yang biasa digunakan untuk hiasan makanan. Akar varietas ini bentuknya kecil dan teksturnya keras seperti kayu. 

Manfaat 

 
Selama ratusan tahun herba ini sudah sering digunakan sebagai obat tradional untuk menanggulangi tekanan darah tinggi, nyeri haid, enuresis (mengompol),batu ginjal, batu empedum, sciatica, pembengkakan kelenjar, dan menyegarkan pernapasan. 


Peterseli kaya dengan vitamin dan mineral, terutama vitamin A dan C, dan
komponen-komponen lain yang berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh  seperti klorofil. Peterseli juga banyak digunakan untuk membantu masalah pencernaan seperti meredakan kembung, retensi cairan, gangguan lambung dan usus, juga mengurangi nyeri pada rematik dan gout. Kandungan tinggi vitamin C, asam amino, kalium, dan asam folat pada peterseli juga menjelaskan mengapa herba ini baik untuk jantung, pencernaan, tekanan darah, dan mengatasi nyeri. Peterseli juga mengandung anti histamin dan antioksidan yang dapat membantu mengatasi peradangan. 


Peringatan :


Peterseli diketahui dapat merangsang kontraksi rahim, karena itu tidak dianjurkan bagi wanita hamil
(menyebabkan abortus),tapi bagus untuk wanita dengan gangguan mensturasi. Peterseli juga dapat mengiritasi jaringann  ginjal, karena itu juga tidak dianjurkan dikonsumsi oleh mereka yang  mengalami infeksi ginjal atau gangguan ginjal lainnya. Jangan mengkonsumsi  peterseli berlebihan karena minyaknya bersifat toksik dan dapat menyebabkan keracunan. 

Tips:

  • Efek maksimum peterseli hanya dapat diperoleh dengan cara menjaga kesegarannya.
  • Bungkus dengan serbet kertas yang sudah dibasahi air sebelum disimpan dalam lemari es. 
  • Jangan dimasak terlalu lama agar rasa dan vitaminnya tidak hilang. 
  • Masukkan peterseli pada saat makanan hampir selesai dimasak.
  • Sebaiknya gunakan yang segar daripada yang sudah dikeringkan karena kurang begitu baik untuk kesehatan.
  • Untuk menyimpan lebih lama, peterseli boleh dibekukan. Cukup dicuci bersih, iris halus dan simpan di tempat es. 
 Sumber : http://groups.google.com/group/elnusa-bangkanai-energy/browse_thread/thread/8babf525ea2d5e66?hl=en


Tuesday, June 14, 2011

Cellery/Seledri (Apium Graveolens L.) si Penurun Tekanan Darah Tinggi


Nama Tanaman

Nama daerah: Di Sunda terkenal terkenal dengan nama saladri dan di Jawa terkenal dengan nama seledri.

Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Apiales
Famili : Apiaceae
Genus : Apium
Spesies : Apium graveolens L.

Morfologi Tanaman

Batang : Tidak berkayu, beralus, beruas, bercabang, tegak, hijau pucat.
Daun : Tipis majemuk, daun muda melebar atau meluas dari dasar, hijau mengkilat, segmen dengan hijau pucat, tangkai di semua atau kebayakan daun merupakan sarung.
Daun bunga: Putih kehijauan atau putih kekuningan ½ -3/4 mm panjangnya.
Bunga : Tunggal, dengan tangkai yang jelas, sisi kelopak yang tersembunyi, daun bunga putih kehijauan atau merah jambu pucat dengan ujung yang bengkok. Bunga betina majemuk yang jelas,tidak bertangkai atau bertangkai pendek, sering mempunyai daun berhadapan atau berbatasan dengan tirai bunga.
Tirai bunga: Tidak bertangkai atau dengan tangkai bunga tidak lebih dari 2 cm panjangnya.
Buah : Panjangnya sekitar 3 mm, batang angular, berlekuk, sangat aromatik.
Akar : Tebal

Kandungan kimia

Seluruh herba seledri mengandung glikosida apiin (glikosida flavon), isoquersetin, dan umbelliferon. Juga mengandung mannite, inosite, asparagine, glutamine, choline, linamarose, pro vitamin A, vitamin C, dan B. Kandungan asam-asam dalam minyak atsiri pada biji antara lain : asam-asam resin, asam-asam lemak terutama palmitat, oleat, linoleat, dan petroselinat. Senyawa kumarin lain ditemukan dalam biji, yaitu bergapten, seselin, isomperatorin, osthenol, dan isopimpinelin (Sudarsono dkk., 1996).

Khasiat

Secara tradisional tanaman seledri diguanakan sebagai pemacu enzim pencernaan atau sebagai penambah nafsu makan, peluruh air seni, dan penurun tekanan darah. Di samping itu digunakan pula untuk memperlancar keluarya air seni, mengurangi rasa sakit pada rematik dan gout, juga digenakan sebagai anti kejang. Selebihnya daun dan batang seledri digunakan sebagai sayur dan lalap untuk penyedap masakan (Sudarsono dkk., 1996).

Daftar Pustaka
Sudarsono, Pudjoanto, A., Gunawan, D., Wahyuono, S., Donatus, I. A., Drajad, M., Wibowo, S., dan Ngatidjan, 1996, Tumbuhan Obat, Hasil Penelitian, Sifat-sifat dan Penggunaan, 44-52, Pusat Penelitian Obat Tradisional, UGM, Yogyakarta.

Sumber : http://ccrcfarmasiugm.wordpress.com/ensiklopedia/ensiklopedia-tanaman-anti-kanker/s/seledri/

Monday, June 13, 2011

Alpukat Buah Serbaguna dan Kaya Manfaat

Alpukat (Persea americana) — dalam Bahasa Indonesia baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia disebut sebagai avokad — merupakan buah yang sering kita jumpai. Buah serbaguna ini memiliki banyak manfaat dan khasiat bagi manusia. Ada banyak zat yang kaya manfaat yang terdapat di buah ini. Buah berwarna hijau ini sering dimanfaatkan untuk jus atau bahan dalam es campur maupun hidangan lainnya. Rasanya yang nikmat membuat banyak orang menyukainya. Sebagian orang takut untuk mengkonsumsinya karena dianggap memiliki kandungan lemak yang tinggi. Apakah memang benar demikian? Apa saja manfaat dan khasiat alpukat atau avokad?

Alpukat atau avokad berasal dari bahasa Aztek yaitu ahuacatl. Buah ini memang berasal dari daerah tempat suku Aztek berasal yaitu di daerah Amerika Tengah dan Meksiko. Awalnya buah ini mulai diperkenalkan oleh Martín Fernández de Enciso, salah seorang pemimpin pasukan Spanyol, pada tahun 1519 kepada orang-orang Eropa. Pada saat yang sama juga, para pasukan Spanyol yang menjajah Amerika Tengah juga memperkenalkan coklat, jagung dan kentang kepada masyarakat Eropa. Sejak itulah buah alpukat atau avokad mulai disebar dan dikenal oleh banyak penduduk dunia.

Manfaat Alpukat

Hampir setiap bagian dari pohon alpukat memiliki manfaat. Kayu pohon alpukat bermanfaat sebagai bahan bakar. Biji dan daunnya dapat digunakan dalam industri pakaian. Kulit pohonnya dapat digunakan untuk pewarna coklat pada produk yang terbuat dari kulit.
Dalam bidang kecantikan, buah alpukat juga sering digunakan sebagai masker wajah. Buah ini dianggap mampu membuat kulit lebih kencang. Buah alpukat juga bermanfaat untuk perawatan rambut misalnya sewaktu melakukan creambath.
Selain itu, sebagai buah, alpukat juga tentu bisa dinikmati sebagai hidangan yang lezat. Berbagai hidangan disajikan dengan menambah alpukat sebagai bagian dari hidangan tersebut.

Tips Cara Memilih Buah Alpukat

Sewaktu Anda pergi ke pasar untuk membeli alpukat, jangan pernah menilai matangnya sebuah alpukat dari warna kulitnya. Jika buah alpukat yang Anda temui berwarna lebih tua atau kecoklatan, belum tentu buah alpukat tersebut telah matang. Cobalah sedikit menekan buah alpukat tersebut. Jika terasa lebih lunak berarti buah itu sudah matang.

Zat Kaya Manfaat dalam Alpukat

Alpukat atau avokad memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi. Alpukat atau avokad setidaknya mengandung 11 vitamin dan 14 mineral yang bermanfaat. Alpukat kaya akan protein, riboflavin (atau dikenal sebagai vitamin B2), niasin (atau dikenal sebagai vitamin B3), potasium (atau lebih dikenal sebagai kalium), dan vitamin C.
Selain itu alpukat mengandung lemak yang cukup tinggi. Namun jangan takut karena lemak pada alpukat mirip dengan lemak pada minyak zaitun yang sangat sehat. Lemak yang dikandung dalam alpukat adalah lemak tak jenuh yang berdampak positif dalam tubuh. Lemak pada alpukat juga digunakan dalam pembuatan sabun dan kosmetik.

Berikut ini penjelasan beberapa zat dalam alpukat atau avokad yang bermanfaat bagi tubuh kita:
  • Vitamin E dan vitamin A

    Vitamin E dikenal sebagai vitamin yang berguna untuk menghaluskan kulit. Campuran vitamin E dan vitamin A sangat berguna dalam perawatan kulit. Kombinasi vitamin E dan vitamin A membuat kulit menjadi kenyal, menghilangkan kerut, membuat kulit terlihat muda dan segar.
  • Potasium atau Kalium

    Potasium (dikenal juga sebagai kalium) yang ada dalam alpukat dapat mengurangi depresi, mencegah pengendapan cairan dalam tubuh dan dapat menurunkan tekanan darah.
  • Lemak tak jenuh

    Dalam alpukat ada lemak nabati yang tinggi yang tak jenuh. Lemak ini berguna untuk menurunkan kadar kolesterol darah (LDL), yang berarti dapat mencegah penyakit stroke, darah tinggi, kanker atau penyakit jantung. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mudah dicerna tubuh sehingga dapat memberikan hasil maksimal pada tubuh. Lemak tak jenuh pada alpukat juga mengandung zat anti bakteri dan anti jamur.
  • Asam Oleat

    Asam oleat merupakan antioksidan yang sangat kuat yang dapat menangkap radikal bebas dalam tubuh akibat polusi. Radikal bebas dalam tubuh akan menimbulkan berbagai macam keluhan kesehatan.
  • Vitamin B6

    Vitamin ini berkhasiat untuk meredakan sidrom pra-haid atau pra-menstruasi (PMS) yang umumnya diderita wanita setiap bulan.
  • Zat Besi dan Tembaga

    Zat ini diperlukan dalam proses regenerasi darah sehingga mencegah penyakit anemia.
  • Mineral Mangaan dan Seng

    Unsur ini bermanfaat untuk meredakan tekanan darah tinggi, memantau detak jantung dan menjaga fungsi saraf tetap terjaga.

Hidup Sehat dengan Alpukat

Di beberapa bagian dunia, buah ini dianggap sebagai salah satu buah eksotis dan langka. Mungkin alpukat telah memainkan peranan penting dalam diet makanan Anda. Setelah merasa berbagai hidangan yang mengandung alpukat atau avokad, Anda mungkin dapat mengatakan bahwa buah ini benar-benar banyak manfaatnya dan juga buah yang lezat!

Sumber : Kumpulan Info Sehat

Sunday, June 12, 2011

Cincao Hijau... Apa tuh Manfaatnya?

Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas tentang Cincao Hitam, kini kita bahas yuk tentang Cincao Hijau...

Cincao Hijau,  ternyata, bukan hanya segar sebagai minuman,m anfaat kesehatan pun bisa diperoleh bila rutin mengkonsumsinya. Penelitian menyimpulkan, daun cincau hijau mengandung karbohidrat, polifenol, saponin, flavonoida, dan lemak. Juga vitamin A, Vitamin B, kalsium dan fosfor.

Dengan kandungan-kandungannya itu, cincau hijau bisa dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan radang lambung, demam, dan tekanan darah. Tentang penyakit yang terakhir, penelitian yang dilakukan Prof. Dr. Sardjito dkk dari Jogjakarta pada 1966 berhasil membuktikannya.

Saat itu, salah satu uji coba dilakukan pada seorang pasien berumur 70 tahun yang tekanan darahnya mencapai 215 mm/120mm. Setelah mengkonsumsi cincau dua kali sehari selama satu bulan, tekanan darahnya menjadi 160mm/100 mm. Keluhan pusing, sering lelah dan jalan sempoyongan, pun hilang serta berat badan turun.

Cincau juga bisa membantu menyembuhkan penyakit degeneratif seperti jantung koroner. Ini karena cincau memiliki kandungan serat yang cukup tinggi. Penelitian Direktorat Gizi departemen Kesehatan menemukan 6.23 gram per 100 gram kandungan serat kasar dalam gel cincau. Mengkonsumsi sehari- hari bersama buah dan sayur-mayur, bisa mencukupi kebutuhan serat harian sebesar 30 gram.
Bila kandungan seratnya cukup tinggi, tidak begitu dengan kandungan kalori yang hanya 122. karena kandungan serat yang tinggi dan kalorinya rendah, mengkonsumsi cincau setiap malam bisa membantu melancarkan buang air besar. Manfaat kesehatan juga bisa didapat dari akarnya yang mengandung pati, lemak dan alkaloid cycleine. Zat-zat inilah yang membuatnya mampu mengobati demam dan sakit perut.


CARA MUDAH MENGAMBIL KHASIATNYA

Cincau atau camcam adalah tanaman asli Asia Tenggara yang memiliki nama latin Cyclea Barbata. Bia dapat berkembang subur di dataran rendah sampai daerah dengan ketinggian 800 metel dpl. Tanah gembur dengan keasaman 5.5 sampai 6.5 dan lingkungan teduh, adalah tempat yang cocok bagi cincau.

Tanaman perdu ini tumbuh dengan cara merambat kearah kanan pohon inangnya. Berdiameter sekitar 1 cm, panjangnya bisa mencapai 5 sampai 16 meter. Bentuk daunnya seperti perisai, meruncing dan berwarna hijau, dengan panjang antara 5 sampai 16 cm. Bila dipegang, permukaan daun terasa kasar oleh bulu-bulunya.
Untuk membuat daun cincau hijau menjadi minuman segar dengan bermacam khasiat di atas, caranya sangat mudah. Daun-daun cincau tersebut cukup dicuci bersih, diremas-remas sampai lumat, ditambah sedikit air dan cairan kental yang keluar disaring.

Seberapa banyak daun dan bahan-bahan tambahannya, disesuaikan dnegan manfaat yang akan diambil. Untuk panas perut, dibutuhkan sekitar 20 helai daun. Setelah diremas dan disaring, tambahkan jeruk nipis sesuai selera. Kemudian dibiarkan di tempat dingin sampai menjadi gel atau agar-agar. Agar terasa nikmat meminumnya bisa diberi madu, sirup atau gula aren cair.

Cara sama berlaku untuk mengobati disentri dan sariawan. Ramuan tersebut diminum selama seminggu berturut-turut. Sedangkan untuk mengobati bisul, daun cincau secukupnya dicuci bersih dan dilumatkan. Setelah lembut ditempelkan di bagian yang bernanah untuk mengeluarkan nanah tersebut.

Sementara untuk demam, yang dimanfaatkan adalah rimpangnya. Bagian akar ini dicuci bersih dengan air secukupnya. Setelah matang, minum air rebusannya. Selain cara ini, bisa juga dengan menyeduh rimpang dengan air panas.

Bila ingin sekedar menikmatinya sebagai minuman segar, setelah menjadi gel dicampur dengan santan dan es batu. Santannya tentu dibikin beraroma, dengan merebusnya bersama gula, daun pandan dan garam secukupnya.


Bagaimana?

Sources : http://adf.ly/1mWmv

Sunday, June 5, 2011

PENYEBAB MIMISAN DAN CARA MENGATASI MIMISAN/EPITAKSIS PADA ANAK

Hal yang wajar apabila terjadi panik ketika melihat darah mengalir dari hidung sang buah hati tercinta. Namun, akan lebih baik bila segera bertindak untuk mengobati mimisan ini. Bila perlu, cari tahu apa penyebab mimisan pada anak guna memperkecil risiko si kecil mengalaminya lagi.

BEBERAPA PENYEBAB MIMISAN PADA ANAK



Penyakit mimisan atau lebih bisa disebut mimisan bisa dialami oleh siapa saja, meskipun lebih sering terjadi pada anak-anak. Perlu diketahui, bahwa di bagian dalam depan rongga hidung kita ada kumpulan pembuluh darah. Nah, pada anak, kumpulan pembuluh darah ini biasanya lebih rentan pecah, dan menimbulkan perdarahan. Biasanya, pembuluh darah serta sel lendir pada rongga hidung anak tersebut akan lebih kuat setelah ia lulus sekolah dasar.

Penyebab mimisan:

1. Benturan pada hidung, misalnya karena anak terjatuh atau hidungnya terpukul.
2. Kebiasaan mengorek hidung yang berlebihan, misalnya karena gatal, atau anak berusaha mengeluarkan kerak hidung yang mengering.
3. Hidung kemasukan benda asing, seperti biji-bijian, atau benda kecil lain yang menimbulkan infeksi dan terjadinya perdarahan (biasanya ditandai dengan terciumnya bau busuk dari lubang hidungnya).
4. Perubahan cuaca, misalnya dari bermain di bawah terik matahari lalu masuk ke dalam rumah ber-AC, atau menghadapi perubahan tekanan udara.
5. Penyakit infeksi, terutama yang disertai demam tinggi secara mendadak, seperti demam berdarah.
6. Penyakit darah, seperti leukemia (kanker darah) dan hemofilia (darah tidak bisa membeku).

CARA MENGATASI MIMISAN PADA ANAK

Mimisan digolongkan menjadi 2, ringan dan berat. Mimisan ringan apabila sumber perdarahan adalah dari bagian depan rongga hidung. Sementara mimisan yang berat terjadi bila sumbernya dari dalam atau belakang rongga hidung. Mimisan jenis ini harus lebih diwaspadai dan dicari tahu apa penyebabnya.

Sekitar 90% kasus mimisan pada anak tergolong ringan, dan dapat diatasi sendiri di rumah. Jadi, begitu anak mimisan, lakukanlah segera tindakan berikut:

1. Minta anak duduk bersandar dengan kepala sedikit menunduk ke depan, agar darah tidak mengalir ke bagian belakang (darah yang tertelan dapat merangsang timbulnya batuk atau rasa mual sehingga anak muntah).
2. Kalau keadannya terlalu lemah, baringkan dengan meletakkan bantal di punggunggnya.
3. Jepit kedua cuping hidung dengan jari tangan selama sekitar 5 menit. Sementara itu mintalah anak untuk bernapas melalui mulut.
4. Bersihkan darah yang mengotori wajahnya.
5. Kompres dingin pada batang hidung juga bisa membantu menghentikan perdarahan.
6. Bila perdarahan belum juga berhenti, sumbat hidungnya dengan kain kasa atau sapu tangan yang bersih, lalu bawa anak segera ke dokter. Selama dalam perjalanan, usahakan agar anak selalu dalam posisi duduk menyandar.

Satu hal yang perlu diingat dalam melakukan pertolongan adalah bersikap tenang. Kepanikan hanya akan membuat tindakan Anda jadi tidak rasional dan merugikan si kecil.

Apabila setelah 10 menit perdarahan masih berlanjut, dan disertai panas, sebaiknya segera bawa anak ke dokter. Karena, bisa jadi ini merupakan indikasi suatu penyakit serius, seperti demam berdarah, tumor ganas pada rongga hidung, kanker darah, atau haemofilia.

Dokter akan mencari sumber perdarahan dengan bantuan alat pengisap untuk membersihkan hidung dari bekuan darah. Kemudian, hidung 'disumbat' tampon khusus untuk hidung selama 3-5 menit. Dengan cara ini dapat diketahui apakah sumber perdarahan dari depan atau belakang rongga hidung. Pada kasus-kasus tertentu diperlukan pemeriksaan laboratorium dan/atau radiologi.

Semoga informasi mengenai beberapa penyebab mimisan pada anak dan cara mengatasi mimisan diatas dapat membantu :)


Sumber: http://sehatzblog.blogspot.com/2011/05/beberapa-penyebab-mimisan-pada-anak.html