Tuesday, August 23, 2011

The Power Of Tea

Menurut European Journal Clinical Nutrition, daun teh terutama teh hijau, banyak mengandung polifenol yang bisa memberikan kontribusi positif bagi kesehatan manusia. Sedangkan teh hitam banyak mengandung zat antioksidan. Polifenol yang terdapat dalam teh dapat menghambat dan membunuh bakteri penyebab bau mulut dan bakteri pembusuk gigi. Inilah alasannya mengapa nenek moyang kita suka minum teh tawar sehabis makan dan berkumur teh tawar menjelang tidur malam. Ya supaya gigi kuat dan nafas tetap segar.
Teh mengandung fluoride sehingga membantu mencegah karies dan memperkuat gigi.

Menurut para peneliti di Jepang dan Taiwan, unsur cathchin pada teh dapat menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan. Ada kira-kira 72 macam zat peracun makanan yang dapat ditangkal oleh teh. Kandungan vitamin C dan vitamin E yang tinggi pada teh akan membantu memperkuat daya tahan tubuh. Konon, dua cangkir teh hijau memiliki kandungan vitamin C yang sama banyaknya dengan satu gelas besar jus jeruk. Teh juga mengandung kafein yang cukup tinggi. Tetapi kafein teh berbeda dengan kafein pada kopi. Kafein pada kopi menyebabkan rasa haus, sedangkan kafein pada teh memperlancar pengambilan oksigen pada tubuh. Itulah mengapa sehabis minum teh badanmu menjadi terasa lebih segar. Selain itu cathchin pada teh dapat menghambat enzim yang  menyebabkan tekanan darah tinggi, mengurangi kadar kolesterol darah, dan menangkal radikal bebas (penyebab kanker). Teh juga mengandung Mangaan (Mn) yang dapat membantu menjaga kadar gula darah. So, jangan abaikan teh tawar sehabis kamu makan, apalagi makanan berlemak atau gorengan. Sangat keliru kalau kamu menggantinya dengan teh manis atau minuman manis lainnya.


Macam-Macam Teh Secara Umum
Ada 4 macam jenis teh : teh putih, teh hijau, teh hitam dan teh oolong. Perbedaannya terletak pada metode pemrosesan daun teh setelah dipetik.
  • Teh hijau lebih popular karena selain khasiatnya lebih tinggi, aroma alaminya juga lebih segar. Disebut teh hijau karena daunnya dipetik saat masih hijau, kemudian dilayukan di udara panas, lalu dikeringkan dengan perapian sehingga warnanya tetap hijau.
  • Teh putih diambil dari daun-daun yang paling muda dan masih dipenuhi bulu putih pendek dan halus. Teh putih tidak dilayukan, tetapi diuapkan dan dikeringkan sehingga daun teh yang dihasilkan berwarna keperakan dan kalau dihidangkan air tehnya berwarna kuning pucat. Bermanfaat untuk menurunkan berat badan.
  • Sedangkan pada teh hitam proses fermentasinya lebih rumit.  Bermanfaat untuk menurunkan kadar gula, pencegah jantung koroner dan masih banyak lagi.
  • Teh oolong dibuat dari daun teh yang tua dan lebar. Prosesnya tidak serumit pembuatan teh hitam sehingga masih didapatkan warna hijau di bagian tengah daun dan merah di pinggir daun. Baik teh hijau, teh hitam, teh putih dan teh oolong punya khasiat sama. Cuma teh hijau lebih tinggi kadar polifenolnya karena pada saat pemetikan produksi polifenol masih dalam kondisi puncaknya.
Selain keempat teh alami tersebut, ada juga teh bohongan yang dikenal dengan sebutan teh herbal. Teh imitasi ini bukan dibuat dari daun teh, tapi dari bebungaan, bebijianm dedaunan atau akar dari beragam tanaman. Teh bohongan ini biasanya diminum untuk berbagai macam keperluan, terutama untuk melangsingkan tubuh


No comments :

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.